Gelas Kaca vs Perempuan
Gelas Kaca vs Perempuan Pernahkah kamu melihat gelas kaca jatuh lalu pecah berderai? Suara retaknya begitu nyaring, namun setelah itu… semuanya hanya menjadi serpihan yang tak lagi berbentuk. Tak utuh, tak sama, bahkan sulit dikenali seperti sebelumnya. Begitulah kadang hati seorang perempuan. Ketika ia hancur, yang pecah bukan hanya rasa percaya, tapi juga bagian-bagian kecil dari dirinya yang dulu ia jaga dengan begitu hati-hati. Dan tahukah kamu bagaimana perasaan seseorang yang telah membuat “gelas” itu dengan penuh ketulusan, lalu melihatnya hancur di tangan orang yang ia percaya? Kecewa mungkin terlalu sederhana untuk menggambarkannya. Namun sering kali, perempuan memilih diam. Ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Meyakinkan hatinya bahwa yang terjadi bukan semata karena siapa yang menjatuhkan, melainkan karena Tuhan mengizinkan semuanya terjadi sebagai bagian dari takdir yang harus ia lalui. Lalu bagaimana mungkin serpihan itu bisa kembali utuh seperti semula? Bahkan pecahan ...