Postingan

Menampilkan postingan dengan label puitis

SEMU

Gambar
Aku dan suara anila di penghujung waktu Keseruan yang pernah dirasa kian sirna hirap dimakan waktu. Dalam hati kutanyakan "Kenapa?" Terngiang jawaban yang semu: "Karna kau, tak pandai menghias waktu" Hati pun seolah membisu Terpintas kilat dalam pelupuk qolbu "Kenapa dengan diriku, mau hanyut dalam ujung tak menentu?!" Detik itu kucoba tepis akara yang membuatku jatuh Sayangnya itu hanyala semu Diriku masyghul melihat waktu mencadarku Rasanya mau ku putar ke lembayung Seakan pasra dengan semua, Selaksa peri yang dirasa menikam kedalam dada "Kau tahu kenapa?" "Aku mengerang seakan sukmaku didera" Saat itu aku berharap ada dekapan kasih sang bunda,memberi lelap di pangkuannya. Lagi lagi semua akara seakan kelabu Hatiku dijejal masa lalu Sekarang terpancar keadaan lunglai Hanya ada derai rinai yang terpupuk dalam pelupuk Hari hariku berubah candramawa seolah kehabisan warna,  Hati ini begitu lara  Rinai relah terhempas tak berd...

Rimpuh

Gambar
Sungguh Buana ini Rimpuh Terlukis jelas dalam akara atma manusia Matrik nan hirap tak tentu arah Payoda tak lagi lirih dalam sarayu Bak menyimak kejadian nan semu Atma pun seketika buta dan tuli Jagat raya seakan memberi tanda Bahwa Anilanya tertekan masa Tanah pun mendadak lumpuh Seolah bercerita tentang akhir dari waktu Buana ini Rimpuh Seolah beranjak pada akhir yang pilu Ku lihat, ufuknya pun mulai linu Antariksanya berlari ricu,  Nabastala pun menangis seakan ingin menghempaskan daksanya. Manusia... Lupakah semua ini semu dan fana. Lalu untuk apa benawat itu kau junjung atas kepala? Tidakkah sukmamu terdayuh? Melihat cakrawala yang mulai mengeluh Bukan karna berat Daksamu ... Namun Dosamu... Sungguh egomu angkara, Pedar  nasehat... (Akhir zaman) By. Sari Sevenia Junita