POHON PERINDU BUAH
Sebuah Untaian Rindu dalam Anganku
Andai aku mampu membuat setiap hari seindah hari itu, tentu akan kulakukan tanpa ragu.
Namun kekagumanmu yang dahulu begitu besar, sebelum benar-benar memilikiku, perlahan telah kehilangan rasa penasarannya.
Andai rembulanku mampu menemani langitmu setiap malam, aku pun ingin tetap tinggal di sana untukmu.
Tetapi terkadang, gemerlap bintang membuat kehadiranku tak lagi begitu dibutuhkan. Bahkan cahaya mentari sering kali lebih memikat dibanding sinarku yang hanya hadir sesaat—redup, lalu tertutup awan.
Dan andai aku bisa menjadi pohon yang sempurna, aku ingin memberimu buah paling manis dan indah untuk dipetik.
Namun hari ini, aku hanyalah pohon sederhana yang belum mampu memberikan itu semua. Aku hanya bisa menjadi tempat berteduh, menemanimu selepas perjalanan panjang yang lelah dan penuh hujan.
Di balik semua itu, ada satu rindu yang diam-diam terus kupeluk dalam angan:
kehadiran seorang buah hati, yang kelak mungkin akan melengkapi teduhnya rumah kecil ini, menjadi alasan baru untuk tetap bertahan, dan menghadirkan kembali hangatnya kehidupan.
~Sari Sevenia Junita

Komentar
Posting Komentar