“Rintihan sendu menghiasi Masa itu, Awal dari perjalanan hidupku yang baru, disinilah permulaan cerita menuju akhir dari waktu.” Masa itu menghantarkanku pada hal yang membuatku menjadi Nestapa, dihadapkan pada sebuah pilihan yang berujung duka, antara pendidikan dan ibunda. Derai rinai deras tanpa batas merampas seyum yang telah ku tanam dalam wajah, ketika aku telah memilih untuk bersama sang bunda tercinta beliau malah pergi meninggalkan sejuta rasa yang tak berarah, namun takdir membuatku merasa seolah tak biasa, rasa langsung menderah dada. Kenapa tidak, ibunda yang seolah ingin bersama dalam janji yang terucap, telah ku ikat dalam atma, “Ayii,,,” itu pangilan sayang dari ibunda untuk ku. “Kau Tetaplah disini bersama Mama, tak usah lanjut kejenjang sarjana”ujarnya Ya, begitulah sebutan kasihku padanya ”mama” dia begitu sayang pada ku, sehingga tak mengizinkan ku untuk pergi jauh. Namun dari semua itu ada alasan yang mendalam kenapa aku tak boleh pergi dari hari ha...